//
you're reading...

talent

Anak Muda Harus Berani Membuka Diri

 

Halo apa kabar? Sudah lama kita tidak menampilkan talent muda berbakat dari Tanah Dewata. Nah, untuk menebus rasa bersalah kami, Gdubrak.com menghadirkan salah satu anak muda pintar dan berbakat dari Bali.

Yes, inilah dia Putu Norma Astyari. Beuuuh, inilah salah satu talenta muda yang dimiliki Bali saat ini. Cerdas, cantik dan visioner. Dan yang paling penting, Norma, begitu biasa disapa, sedang JOMBLO *sengaja di-kapital-kan*

Gdubrak.com sempat berbincang-bincang dengan sosok rendah hati ini. Perbincangan ngalor ngidul tentang bagaimana Norma, begitu dia disapa, memandang anak muda Bali, pengalamannya selama menempuh master di Inggris hingga tentang visinya sebagai anak muda Bali.

Norma menuturkan, pada dasarnya anak muda yang merantau menjadi lebih terbuka dan toleran terhadap orang lain. Mengapa? Karena ketika sudah berada di negeri orang, perantau akan akan bertemu dengan banyak orang dengan adat dan budaya yang berbeda-beda. “Kita akan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang,” ujarnya.

Ya, Norma menghabiskan sebagian masa kecilnya di Manchester. Itu lho, kota yang terkenal dengan klub sepakbolanya, Manchester United. Setelah menghabiskan masa kecil di Inggris, Norma melanjutkan pendidikan di Bali hingga meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Udayana. Waktu lulusnya nggak main-main. Pendidikan sarjana berhasil dia selesaikan dalam waktu tiga tahun. Tentu saja ini pengalaman menarik. Hidup di tengah dua budaya yang begitu berbeda. Dunia Barat yang identik dengan kebebasan dan Bali yang masih teguh menjunjung adat budaya di tengah gempuran berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia.

Lulus sarjana, Norma langsung melanjutkan kuliahnya di University of Leeds, Inggris. Jurusan yang dia ambil adalah Human Resources Management. Hebatnya, pendidikan pascasarjana ini diat tempuh hanya dalam waktu setahun. Siapa yang tidak ngiler, masih muda, sudah bergelar master dan sedang single pula. Wow, keren! Mari kita bertepuk tangan Norma. *prok prok prok*

Tapi menjadi perantau bukan berarti tanpa hambatan. Di Inggris, selain berhadapan dengan orang Eropa, Norma juga mesti bersaing dengan banyak orang dari berbagai negara. Di Asia, dua negara yang dia sebut jago dalam menonjolkan diri adalah Cina dan India. Kedua negara ini kini menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia juga termasuk bagian di dalamnya.

Norma berpandangan, kunci diaspora kedua negara ini adalah pintar membawa diri tanpa meninggalkan adat dan budaya masing-masing. India, kata mahasiswa berprestasi  Universitas Udayana 2011, pintar membawa diri. Orang India dinilai berkarakter karena selalu ingin menonjol dan menjadi pusat perhatian.

Negara yang diasporanya sukses adalah Cina. Pemenang kedua Mawapres Tingkat Nasional 2011 ini menjelaskan, Cina pandai mengemas dan menjual budaya mereka dalam hal-hal sederhana. Selain itu, dia menilai Cina berbeda dengan India dalam hal karakter menonjolkan diri. Orang Cina lebih banyak diam tetapi mengejutkan di belakang dengan berbagai prestasi menakjubkan.

Orang Cina saat menjamu orang lain akan menyajikan masakan lengkap yang mereka punya. Baginya, ini menjadi strategi bagaimana budaya mereka diperkenalkan kepada negara lain. Inilah juga yang menjadi salah satu faktor mengapa orang Cina begitu menonjol dalam berbagai komunitas internasional. “Selain karena jumlah mereka banyak,” kata dia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Norma beranggapan, sebenarnya Indonesia punya daya saing. Banyak anak muda Indonesia yang cerdas dan menonjol di Inggris. Hanya saja jumlahnya memang tidak banyak. “Barangkali terpengaruh budaya juga ya,” kata Norma.

Dia berharap, anak muda Bali juga mulai membuka diri dan berani bersaing. Salah satu motivasinya kenapa akhirnya merantau ke luar Bali adalah karena ingin menunjukkan bahwa lulusan Udayana tidak bisa dipandang sebelah mata.

Persoalan yang dihadapi anak muda Bali adalah lebih sering menarik diri dari masalah. Akibatnya, daya saing dan tingkat kompetisi anak muda Bali menjadi sedikit lemah. Norma menilai, banyak anak muda yang enggan untuk berkonflik atau repot-repot menyelesaikan masalah. Padahal salah satu kunci agar bisa dilihat orang lain adalah berani menonjol. “Kita harus berani membuka diri sehingga dianggap hebat,” katanya. Norma menyarankan, anak muda Bali mesti lebih sering show off.

Lagi Galau

Kini Norma lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja di sebuah perusahaan multinasional. “Di bidang pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya. Norma yang pernah Delegasi Indonesia dalam Kompetisi Debat di Korea pada 2007 kini banyak menyusun program untuk pengembangan perusahaan tempatnya bekerja. Tantangan besar yang dia hadapi adalah, “Baru kali inilah yang benar-benar merantau sendiri.”

Tak heran, gadis yang menaruh minat kepada public speaking ini kerap merasa kesepian di tempat kos. Apalagi, pssst, Norma berstatus jomblo lho saat ini. *tarik nafas lega*

Lho kok bisa? Gdubrak.com dengar-dengar kamu sudah pacaran lama dengan yang dulu. Ternyata Norma harus mengalah pada yang namanya hubungan jarak jauh. Setelah enam tahun, Norma berucap hubungan itu kandas beberapa pekan kemarin. “Mungkin kami berjumpa terlalu cepat,” dia mengenang.

Dia mengakui hubungan jarak jauh perlu dana, waktu dan perhatian yang tidak sedikit. Komunikasi menjadi salah satu penyebab terbesarnya kandasnya hubungan jarak jauh yang sedang dijalani. Padahal, kata Norma, kehadiran secara fisik itu penting bagi sebuah hubungan. “Karena bisa mengobrol dengan dekat,” ujarnya.

Dia berpesan kepada yang sedang menjalani hubungan jarak jauh agar lebih sering berkomunikasi. Selain itu setiap pasangan harus berani memulai pembicaraan terlebih dahulu jika ada masalah. “Jangan ada anggapan, kok aku sih yang harus mau mengalah,” kata dia.

Kini dia sedang kembali menata hidup. Mencari cowok menjadi salah satunya. Selayaknya, perempuan yang baru patah hati, selalu ada perasaan seperti ini, “Ada nggak ya yang mau sama aku?” Hehehe. Emang tipe cowok seperti apa sih yang kamu inginkan? Norma sambil tertawa menerangkan, cowok idamannya sih nggak muluk-muluk: cerdas, seiman dan mapan.

Pssst, ada yang berminat? Hubungi tim Gdubrak.com ya.

 

Nama Lengkap: Putu Norma Astyari

Twitter: @NormaAstyari

Facebook: Putu Norma Astyari

Minat: Public Speaking, Accounting, Human Resource Management, Event Organizing, Sales

Penghargaan:

– 2nd Winner of Indonesia’s Best Student Award 2011

– 1st Winner of Udayana University Best Student Award 2011

– Youth Ambassador Veco Indonesia

–  Delegate of Udayana University for 8th Trust By Danone Business Challenge, Indonesia

–  Delegate of Indonesia for World Schools Debating Championship 2007, Seoul, Korea

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Rika Yuniorika: Berawal dari Sherina, Berakhir di Prancis
Nggak Usah Malu Nyanyi Bali
Dosen Gaul Idaman Mahasiswa
Martin Dano: Foto Sama Pacar Saja Masih Editan
  • http://twitter.com/kadekdoi Kadek Ridoi Rahayu

    ini lebih terdengar seperti ‘real story’ kaum LDRers yah… *kekep pacar* #saveLDR #LDRKorlapBali *pukpukDoi*

  • http://www.facebook.com/andyputera Andy Putera

    -__________- AKU JOMBLO kok norm *kemudian nuduk jepun*

  • http://www.facebook.com/purnawan.kadek Purnawan He Yun Kadek

    Kak Normaaaa….Cewekku orang China, dia kekeh ama agama n budayanyaaa, putusin ga yaaa???

  • http://twitter.com/_putripuspita Putri Puspitaningrum

    kak norma semangat :D #ngefans :))

starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak