//
you're reading...

event

Cerita Bali Emerging Writers Festival Hari Pertama

Diskusi di Bali Emerging.

Yeee yeee la la la. Eh, kami ini bukan di Dahsyat ya. Tapi nggak bisa dipungkiri, seneng juga akhirnya Bali Emerging Festival 2012 dilaksanakan juga. Udah siap untuk sharing cerita disini? Bagaimana pengalamanmu? Ada yang nggak sempet dateng kemarin?? Nggak usah sedih, di sini Gdubrak.com rangkumin ya acaranya.

Jumat 25 Mei 2012, pukul 14.00 WITA BEWF ini dibuka di Serambi Art Antida. Event ini dibuka dengan “Mata Kamera” bersama Dwitra J “Dadap” Ariana dan Ridwan Rudianto. Keduanya, menceritakan mengenai intepretasi mereka terhadap dunia di sekeliling mereka serta kecintaan mereka pada dunia yang divisualkan dalam bentuk film dokumenter dan video art. Sajian yang penuh dengan inspirasi, mengundang diskusi alot. Tak terasa 90 menit pun berlalu dan acara berakhir. Yaaah….

Sambil menunggu acara selanjutny, “Di Antara Cerpen dan Novel” pengunjung diajak untuk melihat stand-stand komunitas. Di BEWF ini ada beranekaragam stand komunitas lhooo. Mulai dari Komunitas Anak Alam, Komunitas Mahima, Youth Corner, Gdebook, Komunitas Sahaja, dan Sheregart. Selain itu juga ada stand dari Toga Mas. Nah lengkap nggak tuhhh!

Acara selanjutnya “Di Antara Cerpen dan Novel” dengan narasumber penulis senior Saut Poltak Tambunan, penulis muda Putu Felisia serta Aya Lancaster. Mereka berbagi tentang pengalaman mereka, khususnya mengenai tema-tema cerita yang asyik untuk anak muda. Mereka juga bercerita tentang proses kreatif yang dibutuhkan untuk mengubah ide menjadi suatu cerita. Serruuu banget dech topiknya. Para pengunjung pun semakin semangat mengikuti acara ini. Diskusi pun terjadi dengan asyik hingga akhirnya waktupun yang menyudahi.

Eits bukan berarti acaranya BEWF ini sudah selesai lhooo. Masih ada nonton bareng. “Film Screening” yang dimulai pukul 19.00 WITA. Film ini menayangkan video art, film dokumenter dan rangkaian film pendek dari minikino.org. Semakin petang pengunjung semakin meramai. Semuanya siap untuk bergabung di acara “Film Screening” ini. Awal film ditampilkan video art karya Ridwan Rudianto. Uniknya setiap selesai penayangan setiap film, juga ada diskusi barengnya lhooo. Jadi seruuu banget deh..

Berikutnya, tiba saatnya penampilan Open Wall dari minikino.org. Menayangkan film-film pendek. Dimana film yang diputarkan memiliki durasi yang berbeda-beda. Dengan durasi terpendek selama 20 detik. Film biasanya di putar diurut dari yang paling pendek hingga yang durasinya lebih panjang. Batasan film pendek, memiliki durasi maksimal 35 menit.

Film-film yang ditayangkan diantaranya ada “Irama indah”, “Sea Fever”, “Si Putih”, “Denpasar”, “Aksiku untuk terumbu karang dan kuda laut” dan film pendek terakhir ada “Video Diary”. Kumpulan film-film pendek yang sangat unik. Seperti biasa, setelah Open Wall, diadakan diskusi besar untuk penayangan semua film pendek.

Terakhir, Film screening ini ditutup dengan penayangan film dokumenter karya Dwitra J. “Dadap” Ariana, dengan judul “Lampion-lampion.” Film dokumenter ini merupakan peraih penghargaan FilmTerbaik Festival Film Dokumenter Bali (FFDB).

Film ini mendokumenterkan tentang masyarakat Bali yang beragama Hindu dengan masyarakat Bali keturunan Tiong Hoa, yang hidup berdampingan dan harmonis dengan segala perbedaan yang ada. Film yang sangat luar biasa, dan memancing diskusi yang seru antara penonton dan “Dadap”.
Dengan berakhirnya, film Lampion-lampion maka berakhir pula BEWF hari pertama. Asyik kan? Tunggu cerita kami pada hari kedua yah…

Pameran komunitas :))

Pemutaran film

Pengunjung dateng ke Komunitas Gdebook << Kakak tertua kami :)) #teteup

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Lomba Fotografi 'Rokok di kalangan Remaja'
GELAR KREATIVITAS DAN SENI (GRADASI) #2
Lomba Fotografi 'Dua Sisi Berbeda'
"Travel Photography" Bali Photo Forum
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak