//
you're reading...

event

Cerita Terakhir Bali Emerging

Cok Sawitri beraksi

Yeaayyy, nggak kerasa udah hari terakhir aja nih. Banyak banget ilmu-ilmu yang di sharing disini. Yuk, kita kupas bareng, BEWF 2012 hari ketiga Minggu, 27 Mei 2012. Seperti biasa pukul 14.30 WITA masih di Serambi Arts Antida, dibuka dengan diskusi yang sangat seru bertemakan “Perempuan Bali” . Sesi ini dibawakan oleh penulis senior Cok Sawitri serta penulis muda Paramitha Eka Putri yang membawakan topik mengenai menjadi perempuan dan menjadi penulis.

Mita, begitu panggilan akrab Paramitha Eka Putri, menyampaikan bahwa sebagai seorang perempuan ada kecenderungan ingin selalu berada “diatas” laki-laki. Maka dari itu dalam menulis pun sudah tidak ada suatu ketabuan lagi untuk perempuan untuk menulis. Bahkan menurut pengalaman Mita, sebagai seorang remaja dan juga perempuan dari tulisan-tulisannya itu, ia berhasil merubah sudut pandang orang tuanya. Yang dulunya sangat memperhitungkan kasta, kini sudah tidak lagi.

Sedangkan penulis senior Cok Sawitri menyampaikan sekilas tentang sejarah wanita dan sastra. Beliau juga menolak dengan keras yang menyatakan karyanya sebagai karya perempuan. Menurutnya, karya itu tidak berkelamin. Beliau juga berpesan, bagi penulis yang menceritakan tentang perempuan khususnya agar jangan meratap-meratap, namun agar lebih menampilkan kecerdasan. Dalam penyampaiannya kerap Cok Sawitri menyelipkan pernyataan-pernyataan kocak yang memancing tawa penyimak.

Diskusi ini dilanjutkan dengan sharing pendapat dan pertanyaan dari penyimak. Diskusi terjadi dengan seru dan banyak mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi pada masyarakat Bali, khususnya perempuan.
Kurang lebih pukul 16.00 WITA acara ditutup dengan pernyataan manis dari Mita: dalam menulis selalu ada proses kreatif dimana tulisan yang ditulis terkadang berbeda dengan persepsi saat ini. Namun itu memang harus dilewati agar bisa menjadi lebih baik.

Diskusi yang tak kalah serunya juga saat sore hari. Ada
@anggaramahendra dan @saylow yang secara unik mampu menarik perhatian para penonton. Anggara bercerita tentang proses kreatifnya selama merekam momen bersama kamera kesayangannya. Ia mengungkapkan banyak hal istimewa yang ia dapatkan dari kegiatan memotretnya.

Saylow berbagi cerita mengenai sepak terjangnya sebagai seorang netizen yang aktif di balebengong.net dan kerap bercuap-cuap lewat akun personalnya di twitter @saylow. Keistimewaan ‘om saylow’ begitu ia kerap disapa, adalah tampil dengan pribadinya yang riang dan selalu mengundang gelak tawa, wajar saja dalam sesi ini seluruh peserta dibuat tertawa terbahak-bahak.

Malam hari ada presentasi dari semua komunitas yang mengikuti acara Bali Emerging Festival ini. Dibuka oleh Komunitas Baca @gdebook, Komunitas Mahima, Komunitas Sahaja, Komunitas Anak Alam, Youth Corner, Shareg Art, Yayasan Ana Lancaster. Semua komunitas tampak saling memberikan dukungan, apalagi ada Cok Sawitri yang tak henti-hentinya memberikan intruksi untuk bertepuk tangan pada setiap kesempatannya.

Gokil, seru, dan sarat akan nuansa kebersamaan.

Acara malam ini ditutup dengan penampilan dari Komunitas Saja dan Komunitas Mahima. Selain itu ada juga open mic yang mengundang siapa saja untuk naik ke pentas dan berkreativitas. ? Tiga hari yang sangat menyenangkan bersama generasi muda kreatif Bali dam Bali Emerging Festival II tahun 2012 ini.

Semoga tahun depan, acara kreatif ini bisa dilaksanakan dengan lebih baik lagi. Mulai dari pemilihan tanggal pelaksanaan, Mari gencarkan promo agar lebih banyak lagi generasi muda kreatif yang mengikuti acara ini.

PS: Nasi jinggonya enaaaak banget! apalagi gratis dan porsinya buanyak hihihi *salaman*

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Acara Seru! Children and Earth :D
Launching Bali Youth Marketingpreneur
Insan Kreatif, Yukk Ikutan
Tribute Night Pramoedya Ananta Toer #UWRF 2012
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak