//
you're reading...

chitchat

Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Lelucon

Ngejek atau menjadikan orang lain sebagai lelucon kadang emang menyenangkan. Itu adalah hiburan waktu ngumpul-ngumpul dengan teman-teman. Tapi tahukan kalian, ada banyak hal yang sangat sensitif untuk dijadikan lelucon. Nah, kami berbagi tentang hal-hal yang sebaiknya hindari untuk kalian jadikan lelucon. Kalau ada yang perlu ditambahkan, silakan dishare yaaak. Kriuuuuk…

1. Tuhan

Serius bro, mending nggak usah deh kamu jadikan Tuhan sebagai bahan bercandaan. Selain nggak etis, ini juga bisa menyinggung banyak orang. Kalian tahu kan, banyak orang yang fanatik terhadap yang namanya Tuhan?

Jadi mending hindari deh ngejadiin Tuhan sebagai lelucon. Kecuali kalian siap dipanggil tiba-tiba oleh Yang Bersangkutan. Makasi..

2. Orang Tua

Yang ini beneran jangan deh bro. Orang tua adalah orang yang sudah enak-enak membuat kita dan susah payah membesarkan kita. Kami tahu kok, orang tua adalah topik yang asyik dipakai buat bercandaan. Apalagi kalo kalian punya nama orang tua yang aneh.

Pesan kami, boleh bercandaan pake topik ini tapi jangan kelewatan ya? Kecuali kalian mau kualat.

3. Presiden SBY

Beliau presiden kita...

Bro, selain beliau adalah Presiden Indonesia, Pak SBY juga gampang prihatin. Kalian nggak mau kan menambah keprihatinan beliau?

Mending kalian alihkan deh topik bercandaan kalian ke….. Soetan Batoegana. Diem aja kalian pasti ketawa liat tokoh legendaris ini. Sumpah..

4. SARA
Ini serius, sob. Jangan sekali-sekali kalian menjadikan suku, agama dan ras sebagai topik bercandaan. Di Indonesia masalah SARA adalah sangat sensitif. Selain bisa memicu konflik horizontal, SARA adalah kekayaaan bangsa yang selayaknya dihormati.

Kalian masih inget kan dengan mahasiswa ITB yang ngejek saudara kita di Papua karena Persib kalah tanding lawan Persipura? Baguslah kalau kalian ingat. Selain mendapatkan sanksi social di jejaring social, dia juga mendapatkan sanksi dari kampus. Sudahlah, jangan menjadikan topik ini sebagai lelucon…

5. Justin Bieber, Lady Gaga dan Agnes Monica

Fans mereka ngeri bos!

Ngeri bos! Tiga mahkluk ini punya die hard di dunia maya. Kami sarankan sebaiknya hindari berkonflik dengan tiga orang ini. Kecuali kalian mau dibully massal. Fans mereka fanatik, ngalahin pendukung sepakbola. Nggak kalah dengan Bonek, Viking atau The Jackmania. Kalian nggak mau kan ada kerusuhan di dunia maya? Ngeri bro diacak-acak sama Bliebers.

Khusus untuk Agnes Monica, kalian nggak mau kan disebut sebagai penghalang rencana dia untuk go internasional? Sebagai solidaritas, lebih baik jangan jadikan Agnes sebagai lelucon. Oke? Sip!

6. Dian Sastro

Orang ini terlalu sempurna untuk diolok-olok. Kecuali lo bersedia berhadapan sama gue!

Terkutuk kalian jika menjadikan Dian (ciealah, Dian) sebagai lelucon!

7. Jomblowan dan Jomblowati

Tidak perlu alasan kan? Mereka cuma perlu dikasihani. Kalian nggak mau kan menambah penderitaan mereka. Sudahi lelucon tentang kaum ini sekarang juga. Cukup!

Kasihanilah mereka....

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Singkatan Pendidikan Populer dari Masa ke Masa
Jatuh Cinta Ala Partai Politik
Kenapa harus Follow?
Menculik @JRX_SID
  • http://www.saylows.com saylow

    Wah kamu harus nonton koleksi standup komedi di US dirumah. Contoh listing diatas malah jadi paling fav. bahan lelucon… and it’s a joke (nothing serious) emang itu idenya :P hahaha

    Coba kita gabungkan:

    Tuhan ketawa sampai sarungnya lepas liat SBY cover lagunya Justin Beiber
    pakai gerakan “Menghapus Jejakmu” si Dian Sastro di aula Panti Jomblo. “Dasar Orang Tua nggak tahu malu, kataNya!”

  • http://manangga3.blogspot.com Man Angga

    Baiklah, mari sebelumnya kita klasifikasikan seseorang yang berkomedi menjadi tiga.

    1. Komedian natural
    Komedian yang ini cenderung memang lucu dari sononya. Banyak hal yang mendukung dia menjadi lucu, yaitu tampang, gaya bicara/aksen dll. Jadi apapun yang dibicarakan sama orang ini, akan menjadi lucu, karena walaupun dia tidak berupaya untuk nglawak, tapi faktor2 pendukunglah yang membuat dia menjadi lucu.

    2. Komedian yang terbentuk oleh penonton.
    Komedian seperti ini, awal mulanya nggak menyadari bahwa dia bisa ngelucu, tapi setelah sempat tampil di depan orang banyak, ternyata dia mampu membuat orang ketawa, dan semenjak saat itu, komedian ini lebih mendalami dalam berkomedi.

    3. Komedian serius.
    Lah?? komedian kok serius??
    Tepat, komedian jenis ini berusaha sangat serius dalam menampilkan sebuah tema yang akan dikomedikan. Semuanya berlandaskan teori, dan orang ini memang dari awal akan memposisikan dirinya sebagai komedian.

    Nah, Masalah kesalahan bicara dalam membuat lawakan, tentu sangat2 tidak jarang ditemui dari ketiga jenis komedian tersebut. Namun yang memiliki resiko terbesar sering asal2an dalam berkomedi adalah komedian jenis pertama, sebab dia ga ada tanggung jawab samasekali ke masyarakat atau orang banyak, karena memang bukan profesinya sebagai komedian. Sedangkan apabila komedian jenis kedua dan ketiga melakukan sedikit saja kesalahan, maka efeknya akan sangat besar di masyarakat. Maka dari itu mereka harus memikirkan betul2, apa yang akan dijadikan bahan ejekan atau juga komedi. MIND CONTROL

    WOIII..gara2 GDUBRAK.COM saya jadi ngoceh serius ne. Baiklah, mumpung serius, saya kasi satu teori.

    Diperlukan lebih dari sekedar serius untuk membuat lawakanmu mampu diterima dengan sangat luar biasa di masyarakat. Contoh dari tokoh ini adalah Charlie caplin dan juga Rowan Atkinson a.k.a Mr. Bean.

    Jadi membuat bahan ejekan yang dikomedikan itu, BUKAN SEKEDAR NGEBACOT…(walaupun charlie caplin gak ngomong alias berpantomim)

    Peluk cium buat team gdubrak..mumuuuuaaaahhh

    • http://rumahdiksi.wordpress.com kadekdoi

      Seken keneh bayun i nyomane komen nok, O_O
      kereen…keren…teori ne dadi gugu to man? To adane ‘dalil NyomanoStres’ atau ‘Teori ManNyonyem’ jeg ngelah nyama kene mule TOP :D *kiiiks*

  • putuebo

    Standing comedian barat favorit saya Russell Peters, pakar joke SARA (Suku agama ras dan anatomi ) yang anehnya bisa diterima oleh obyek olok-oloknya, search aja di yutube. Kalo tentang Biebers, cang setuju jangan dijadikan bahan olokan, majalah MAD beberapa bulan lalu menerima bully yang luar biasa di twitter semenjak terbit edisi Bieber.

  • http://twitter.com/AdWid Adi Widana

    hmm, pada rame ya, mungkin maksud penulisnya “sebaiknya jangan dijadikan lelucon-olok-olok secara pribadi” gitu, bukan dijadikan materi stand up comedy atau buat tontonan. kalo komedi buat tontonan gitu kan kadang eman suka sara, pake justin bieber, lady gaga gitu. hehehe

starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak