//
you're reading...

talent

Harapan Kami untuk Presiden Nanti

World Miss and Mister Deaf International

World Miss and Mister Deaf International

Halooooo, apa kabar sahabat Gdubrak.com? Sehat?
Kali ini Gdubrak.com akan menampilkan salah satu anak muda Bali yang berprestasi internasional. Oia, kalau kalian nonton debat capres, di pojok ada layar kecil seseorang yang memperagakan bahasa isyarat.

Naah, dulu banget TVRI ketika menyiarkan berita masih menampilkan seseorang yang memberikan bahasa isyarat agar kaum tuna rungu mengerti apa yang dibicarakan. Iya, itu di tahun 90an. Gdubrak.com sih diceritakan sama kakak-kakak. Soalnya kami masih bayi waktu itu. *nyengir*

Kali ini, kami akan menghadirkan salah satu pemuda Bali yang menjadi Mister Deaf Internasional. Apa itu? Itu adalah kontes internasional untuk kaum tuna rungu., seperti Miss Universe gitu deh. Namanya Ade Putra Wirawan. Ade punya segudang prestasi yang jangan-jangan kita pun tak bisa menyamainya. Simak saja pembicaraan Gdubrak.com dengan Ade.

Hai Ade, senang akhirnya bisa ngobrol denganmu *salam tosh Gdubrak.com* Apa kabar?
Astungkara, baik-baik saja, makasih banyak yah.

Ade lagi sibuk ngapain saat ini?
Saya hanya fokus skripsi sebelum November nanti. Mohon doa restu yah, hehe….

Hwidih, ngeri. Semangat ya, menulis skripsi ibaratnya menangani pacar impian yang rewel, penuh dengan perjuangan dan membutuhkan kesabaran. *uhuk sok bijak* Selain skripsi masih bisa beraktivitas seperti biasa kan?
Hah? Saya belum punya pacar hehe. Saya lagi single. Ya, saya sabar masih proses. Kalau kesibukan seperti biasanya, ya menjalani kegiatan yang rutin yaitu renang, kuliah, tari, dan berbagai kegiatan sosial untuk tuna rungu. Saya sangat bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi memberikan kesuksesan dan keselamatan untuk kita.

*ucap syukur* Ade bijak sekali ya, jadi tersepona eh terpesonalah kami pada dirimu. Oiya, kami ingin mengucapkan selamat ya atas prestasi internasional yang telah kamu raih. Bisa berbagi cerita, mengenai ajang yang kamu ikuti yang telah berhasil mengharumkan nama Bali dan Indonesia?
Astungkara, terimakasih banyak. Saya lahir di Denpasar yang terkenal sebagai destinasi pariwisata di Bali. Sebagai wakil Indonesia saya ingin mengharumkan nama bangsa kita dimata dunia agar lebih terkenal lagi objek wisata, kuliner, budaya bali serta seni tarinya. Wah, cerita dan kenangan saat MMDI (Miss & Mister Deaf Internasional) sangat istimewa. Pertama kali saya menjadi Mister Deaf Indonesia kesatu dan berlaga di ajang Mister Deaf Internasional pertama di Turki. Saya banyak belajar banyak hal seperti belajar bahasa isyarat internasional dan mengikuti beberapa kegiatan oleh Asosiasi Duta Indonesia di Jakarta selama 1 bulan sebelum berangkat ke Turki. Dinas Pariwisata Provinsi Bali telah mendukung saya sehingga saya bisa mengharumkan nama Bali dan Indonesia. Saya sangat senang dengan teman-teman tuli yang baru saya kenal dari negara-negara lainnya.

Wah jadi Ade ikut pembekalan dulu ya sebelum go international. Pembekalan apa saja itu, dan bagaimana serunya masa karantina di Turki?
Pembekalannya berupa komunikasi bahasa isyarat internasional yang baik seperti bahasa Inggris. Saat karantina selama dua minggu di Turki ada banyak kegiatan menarik seperti workshop, catwalk, asah bakat, dan interview Miss & Mister Deaf Internasional. Disana saya sekamar dengan wakil dari USA dan Mexico. Saya sangat akrab dengan Mister Deaf Korea, Mister Deaf Jerman, dan Miss Belarus. Kami sangat dekat karena selalu membantu satu sama lain tanpa terpisahkan. Yang paling seru saat final, saya deg-degan tapi tetap ingin bertahan (serasa mau pingsan, hehehe, bercanda). Pertama pengumuman lolos 10 pasangan dari negara lalu pengumuman pemenang Congeniality dan Photogenic, Selempang “Mister Deaf Congeniality” diberikan oleh juri kepada saya. Saya tidak percaya, kaget banget! Kemudian masuklah ke tahapan lima besar pasangan lagi, yaitu Miss: India, Mongolia, Belarus,Indonesia dan Brasil; Mister: Hungray, Indonesia, USA, Turkey dan Spanyol. Akhirnya saya mendapatkan tiga gelar. Saya sangat berterimakasih kepada panitia MMDI, keluarga, teman-teman atas dukungannya. Maaf jika ada kesalahan saat berbicara sambil bahasa isyarat internasional saat itu.

Saat menjadi Mister Deaf Internasional

Saat menjadi Mister Deaf Internasional

Ketika memperhatikan sekitarmu, bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan mereka kepada kaum difable?
Banyak hal yang bisa saya amati. Misalnya saat kami mengadakan kegiatan-kegiatan di tempat umum, seperti saat pameran masyarakat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan kami. Mereka tertarik untuk tahu bahasa isyarat Indonesia (BISINDO) untuk umum, melihat hasil kreativitas anak-anak difable dll.

Ade pernah mengalami sikap orang umum kepada anak-anak berkebutuhan khusus, apa pernah mendapat perlakuan istimewa atau malah didiskriminasi?
Pernah dong, saya mendapat perlakuan istimewa yaitu pada saat saya mulai memasuki kuliah D1 Desain Grafis di BISMA INFORMATIKA 2010. Saat itu saya baru penyesuaian sekolah normal dibimbing dan diajarkan dengan pelan-pelanoleh dosen sampai saya mengerti pelajaran yang diajarkan satu demi satu mata kuliah. Dan sekarang saya sudah bisa melanjutkan di STIKOM Bali Semester 3. Waktu Wisuda D1 Desain Grafis Nilai IPK 4.00

*tepuuk tangan!! Ngeriiiiii IPK nya sempurna. Sama dong kayak Gdubrak.com *uhuk*
Hahahaha…. Terimakasih banyak. Kalau diskriminasi pernah, pada saat saya membaca syarat- syarat di website, untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, ada peraturan bahwa anak difabel tidak boleh masuk SNPTN. Saya Kaget!

Jika melihat kondisimu saat ini, apa yang kamu rasakan menjadi salah satu dari orang-orang yang difable. Apa pernah merasa tidak percaya diri? Lalu apa yang kamu lakukan untuk bisa bersemangat kembali?
Iya, saya pernah merasa sedih dan menyesal, saya merasa tidak pecaya diri, tapi saya harus mencoba dan mencoba dengan cara bagaimana saya melakukan apa saja, supaya keluarga, masyarakat umum tidak mencemoh dan meremehkan kami kaum difabel/disabilitas. Paling tidak kami diberikan sedikit perhatian. Kami merasa dianggap tidak mengerti apa sama sekali. Itulah sebabnya saya semangat untuk mencoba memperlihatkan kemampuan saya, baik kepada keluarga maupun masyarakat umum. Saya lakukan hal yang positif saran dari orang tua.

Menurut pendapat dan pengamatanmu, bagaimana kondisi fasilitas dan kesempatan bagi kaum difable di Bali saat ini?
Untuk kondisi fasilitas dan kesempatan bagi kaum difable masih minim. Kalau di Mall, ya syukur ada temen kami yang diterima sebagai cleaning service. Kalau di Taman Renon, kami mendapat respon positif dari masyarakat karena mengadakan Kegiatan Bali Deaf Community dengan megajarkan atau memperkenalkan Bahasa Isyarat Indonesia dengan menggunakan 2 Bahasa yaitu gerak tangan dan berbicara lisan. Di lain kesempatan saat kami ingin menyeberang jalan kami biasanya dituntun. Ya harapan saya kepada masyarakat maupun pemerintah, mohon perhatian, bimbingan dan fasilitas supaya kami bisa belajar dan mandiri.

Kamu kan aktif dalam Bali Deaf Community dan Putera Puteri Tuna Rungu Bali, menurutmu apa manfaatnya teman-teman berkebutuhan khusus aktif dalam komunitas tersebut?
Banyak! Misalnya saling berbagi informasi, mengumpulkan teman yang tidak punya kegiatan, membuka pemikiran teman bagaimana kita berkomunikasi dengan masyarakat. Putra-Putri Tuna Rungu Bali bisa menginspirasi karena kita bisa menyadari kita punya potensi, bakat dan kekurangan atau kelebihan yang dimiliki juga oleh orang lain.

Nah, sekarang kan lagi ‘hot-hotnya’ masa kampanye pilpres. Sejauh mana peran teman-teman dalam mendukung pesta demokrasi rakyat ini?
Kami sebagai anak difabel dulu hanya bisa tahu apa yang dikatakan bagus, hanya bisa ikut-ikutan. Tapi sekarang sudah ada bahasa isyarat baru mengerti atau tahu sedikit apa yg dibicarakan oleh cawapres masing – masing.

Di sosial media, beberapa kali kami melihat *ciyeee kepo* Ade memprotes pengadaan penerjemah bahasa isyarat saat debat capres di TV. Itu kenapa ya? Seharusnya seperti apa sih?
Iya, karena pada saat pertama kali ada debat tidak ditayangkan dengan layar bahasa isyarat, jadinya saya tidak mengerti apa yang dikatakan atau yang didebatkan. Seharusnya dari saat pertama debat, sudah ditayangkan juga dengan bahasa isyarat supaya kami yang difabel tuli juga mengerti sedikit dari awal mengenai pesta demokrasi rakyat ini.

Terus kalau ditanya, apa Ade sudah punya jagoan yang nantinya akan dipilih pada 9 Juli nanti?
Hehe.. saya akan pilih antara No 1 dan No 2 nanti saja. Golput bukan solusi. Kita mari memilih.

Horeeee say no to golput! Keren deh Ade! Bisakah kamu memberikan saran atau kritik terkait pelaksanaan pilpres ini nantinya?

Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Penerjemah Isyarat, KPU, Menteri Komunikasi dan Informatika yang telah memberi akses untuk difabel tuli. Semoga ke depannya semakin baik dan mudah dimengerti.

Kalau harapanmu untuk presiden terpilih nantinya apa Ade?
Untuk presiden terpilih, kami mohon perhatian supaya diberi kesempatan mengeyam pendidikan, kesempatan kerja, dan pembekalan ketrampilan agar bisa menyambung hidup.

Terakhir, apa pesanmu untuk generasi muda Bali?
Untuk pemuda Bali, ajaklah kami difabel tuli untuk ikut bergabung, belajar dan berpartisipasi dalam segala kegiatan maupun organisasi. Tujuannya, agar kami bisa mengerti kegiatan tersebut. Untuk pemuda disabilitas, kita harus semangat belajar, bekerja, selalu positif dan tekun mengikuti kegiatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan, agar masyarakat tahu bahwa kita sudah berusaha untuk semuanya itu, agar kaum disabilitas mendapatkan kepercayaan dari semua pihak!

Tampil di acara Kick Andy

Tampil di acara Kick Andy

Traraaaaaa, ini saya!

Traraaaaaa, ini saya!

Nama: Gede Ade Putra Wirawan
Nama Panggilan: Ade
Pendidikan: STIKOM BALI
Hobi : Berenang
Akun Sosial Media:
FB: Ade Wirawan
FB Page : Ade Wirawan_Mister Deaf Indonesia 2012
Twitter : @ade_wirawan
IG : adeputrawirawaan
Wordpress : http://adewirawanblog.wordpress.com/

Prestasi :
– Mister Deaf Asia 2012
– Top 5 Mister Deaf International 2012
– Mister Deaf Congeniality
– Peserta Seleksi Pemilihan Teruna Teruni Denpasar 2011
– Juara 3 Lomba SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) untuk Siswa SD Luar Biasa Tingkat Dasar Tuna Runggu di Kantor Dinas Pendidikan 2003
– Juara 3 Lomba SIBI ( Sistem Isyarat Bahasa Indonesia ) untuk Siswa SLTP Luar Biasa bagian Tuna Rungu di UPTD BPKB 2004
– Juara 2 Lomba Mengarang untuk Siswa SLTP Luar Biasa Bagian Tuna Rungu di Kantor Dinas Pendidikan 2005
– Juara 1 lomba Desain Website untuk Siswa SMA Luar Biasa tingkat Tuna Rungu di Pronvinsi Bali 2009
– Juara 3 Lomba Desain Grafis untuk SMA Luar Biasa tingkat Tuna Rungu Nasional ( FL2SN) Provinsi D.I.Yogyakarta 2009
– Juara Favorit Expose Photogenic Contest 2005,Majalah Expose Bali
– Juara 2 Pemilihan Foto Model 2005,Majalah Expose
– Finalis fotogenik Pemilihan Look Model Of The Year 2005
– The Best Style Photogenic Majalah Expose Bali
– 1 emas lomba renang 50 M gaya bebas di PORCADA 2004
– 1 perak lomba renang 100 M gaya dada di PORCANAS Sumatera Selatan 2004
– 2 emas lomba renang 50 M dan 100 M gaya dada di PORCADA 2005
– 1 emas lomba renang 100 M gaya bebas di PORCADA 2005
– 1 perak lomba renang 50 M gaya bebas di PORCADA 2005
– 2 emas lomba renang 50 M dan 100 M gaya bebas di POPCADA 2007
– Wakil Bali menuju POPCANAS Bekasi Jawa barat 2007
– 2 perak lomba renang 50 M dan 100 M gaya bebas di PORCADA 2008
– 2 emas lomba renang 50 M dan 100 M gaya dada di PORCADA 2008
– Wakil Bali menuju PORCANAS KALIMANTAN TIMUR 2008
– 1 emas, 1 perak , 1 perungu lomba renang 100 M gaya dada,50 M gaya bebas,50 M gaya dada di National Paramlpcy Commite ( NPC ) se Bali 2011
– Masih aktif mengikut lomba renang tingkat provinsi mau pun tingkat nasional

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Tak Salah Kok Suka Korea
Rika Yuniorika: Berawal dari Sherina, Berakhir di Prancis
Gek Mega, Sering Bikin Fotografer Kepincut
Guru Kece yang Digoda Murid Genit
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak