//
you're reading...

chitchat

Kenapa sih perlu menghabiskan antibiotik?

*tidak ada seekor kuman pun disakiti dalam pembuatan artikel ini*

Jadi tadi siang, pertanyaan ini muncul dari seorang sahabat saya. Sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang engga lulus-lulus (amit-amit!!), mudah-mudahan jawaban dari saya cukup membantu.

hipotesa yang beredar sejauh ini adalah teori “Resistensi”, jadi misalnya kita terserang kuman di tenggorokan, maka oleh dokter, kita akan diresepkan antibiotik yang notabene ‘harus habis’. kenapa sih antibiotik harus habis? kalo ga habis, boleh ga sih dikasih ke temen-temen gitu? trus siapa coba orang rusia yang pertama kali sakit tenggorokan?

timbulnya manifestasi penyakit seseorang (rasa nyeri pada tenggorokan, pada kasus ini) dipengaruhi oleh tiga hal utama:

* Agent, dimana jumlah bakteri maupun daya toksisitas maupun faktor virulensi sebuah agent (penyebab infeksi) berpengaruh. makin banyak jumlah bakterinya, ya berarti makin mudah pula manifestasi penyakit tersebut timbul. Ya, semacam nonton video youtube gitu, makin banyak yang nonton..ya makin terkenalah si artis itu. syukur-syukur bisa kayak sinta-jojo, tapi ya minimal masuk on the spot juga udah lumayan lah ya.. — begitu juga daya toksisitas dan faktor virulensi berpengaruh terhadap manifestasi dari penyakit lain. mengatasi masalah “agent” ini, biasanya diberikan antibiotik sesuai dengan indikasinya.
* Host, atau keadaan inang, induk semang, atau tuan rumah. dimana misalnya pada keadaan sistem imun tubuh kita sedang menurun, jumlah bakteri yang seharusnya ‘normal’ (pada tubuh kita, secara normal banyak bakteri yang tidak menimbulkan penyakit yang dikenal dengan istilah flora normal), malah dapat menyebabkan penyakit. menjaga agar kita sebagai ‘host’ terbebas dari penyakit ya dapat dengan berolahraga, maupun mengkonsumsi multivitamin jika perlu., tapi hati hati dalam mengkonsumsi jamu-jamuan, apalagi yang engga terdaftar atau jamu palsu. alih-alih sehat, malah nanti wafat. #JIR
* Environment atau lingkungan. ya pengaruh lingkungan ini sebaiknya balance, dimana sebaiknya kita tidak tinggal di lingkungan yang menurunkan imun kita, maupun yang tidak meningkatkan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. hal yang dapat kita lakukan terkait environment ya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Bolehlah sesekali kerja bakti gitu, bantuin cuci piring di restoran-restoran gitu.. eh.. itu sih kalo makan ga bayar dink ya.

seperti yang disebutkan diatas, jadi ketika seseorang minum antibiotik, maka kuman penyebab sakit tenggorokan tadi akan mati (orangnya sih engga). nah, penggunaan antibiotik yang “harus habis” ini, diharapkan dapat membunuh semua kuman penyebab penyakit tanpa menyisakan sedikitpun. misal, resep dokter meminta kita menghabiskan antibiotik untuk 5 hari, ya walaupun hari ke dua penyakit tersebut dirasa sudah hilang, namun antibiotik tetap perlu diminum. penggunaan antibiotik yang tidak tuntas, dapat menyisakan kuman yang dalam jumlah sedikit, memang tidak dapat menimbulkan penyakit. namun yang terjadi adalah, kuman yang jumlahnya sedikit tersebut akan bermutasi dan menyesuaikan diri terhadap antibiotik yang tidak tuntas tersebut. Ilustrasi mudahnya sih.. err..gimana ya? gitu lah, pokoknya mutasi itu bukan cuman kerjaan X-Men, tapi juga semua mahluk bisa bermutasi. kitapun sering kok bermutasi, apalagi kalo tanggal-tanggal muda. suka muncul mutasi-mutasi aneh di buku bank kita.

efeknya adalah, jika kuman bermutasi dan menyebabkan penyakit di kemudian hari (penyakit yang sama, atau bahkan lebih berat), maka penggunaan antibiotik yang sama TIDAK AKAN menimbulkan efek apa-apa, karena kuman tersebut sudah “RESISTEN” (kasarnya sih, udah tau ‘selah-selah’ si antibiotik, jadi ga mempan yey)

nah, tapi yang itu tadi baru semacam hipotesa, dan menurut beberapa sumber, resistensi ini pun jarang terjadi walaupun peminum antibiotik suka minum antibiotik sembarangan. cuman ya lebih baik kita mencegah kemungkinan terburuk dengan menghabiskan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

tips: pasang alaram buat minum obat / setel kalender di hape kamu KHUSUS BUAT YANG JOMBLO

tapi bagaimana kalo misal kita lupa atau terlambat minum antibiotiknya? apakah masih perlu dihabiskan? ya kalau misalkan lupa, segera diminum. tapi misalnya lupa dan jadwal minum selanjutnya udah tiba, demi neptunus.. jangan minum dua tablet (dosis dobel). hehe

intinya, patuhilah perintah dokter karena ya semua itu demi kepentingan dan kesembuhan kita juga :)

 

bro bro.. resistensi itu.. kalo lagi bikin skripsi gitu ya? yg nunggu-nunggu dosen itu… ITU SIH ASISTENSI #KICK #abaikan

adwid

adalah masih seorang mahasiswa yang dimana-mana teman-teman lainnya sudah pada kelar, bahkan ada yang lagi ambil S2, bahkan udah ada yang kelar S2. trims.

More Posts - Website

baca artikel lainnya:

Tips menghadapi U(nyu)jian Tengah Semester
Mengenang Permainan Tradisional Masa Kecil
Makanan gaul, untuk yang gaul (semua kalangan)
Ini Ramalan Bintang untuk tahun 2013. Serius!
  • http://twitter.com/eshasw Esha Satrya

    Khampret! :))))
    Thanks!

    Tapi aku udah 3 hari lupa cuci mulut pake Amoxycillin?
    Lanjut ndak ya? :(((

    • http://twitter.com/AdWid Adi Widana

      rancu sih ya, dilanjut aja sih, ga mati ini makan amox.. wkwkwk

  • Guest

    saya dikasih antibiotik harusnya 2 kali sehari tapi kemaren lupa minum jadi cuma sekali, itu gimana? tetep harus dihabisin apa harus ngulang lagi?

    • http://twitter.com/AdWid Adi Widana

      lupa minum sehari? dilanjutin aja.. eh tapi sejak ngebalas komentar ini.. jadi telat 3 hari ya? dilanjutin juga ga apa-apa sih. terusin sisa kemarin :D

  • Ari Susanti

    lovely post….very attractive informations

starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak