//
you're reading...

chitchat

Ketika Dedek Harus Diotak-atik

Umur segini aja udah kenceng :p

Apa kamu seorang maniak gadget? Selalu membeli seri terbaru? Atau paling banter, minta stiker (buah kegigit) ke teman yang punya. Lalu tutupi deh bagian belakang laptopmu (nahloo ini mah namanya usaha, *nyengir). Tapi, yang bakal kami bahas kali ini bukan tentang keluaran pad pad yang baru saja di launching. Tapi ini mengenai “sexual gadgets”.

Sejak dulu kala manusia sudah berusaha dengan modifikasi kelamin (ternyata nggak Cuma motor atau printer aja yang di modif ya? *krik krik). Modifikasi paling umum dilakukan adalah sunat atau sirkumsisi. Selain karena kepercayaan dan adat istiadat, sunat dipandang sebagai bentuk integritas. Ada yang menganggap kalau sudah disunat akan meningkatkan kepercayaan diri untuk memuaskan pasangan. Seiring perkembangan jaman, maka kaum laki-lakipun mulai mencari cara baru dan unik untuk memuaskan pasangannya, termasuk memodifikasi penisnya.

Potongan kecil logam hingga tulang hewan sering dimasukkan di kulit penis sejak turun temurun di beberapa adat dan tempat. Sebuah suku di Makassar biasa memasukkan bola-bola kecil dari tulang ikan di kulit penis. Di Papua dikenal dengan adanya manik-manik yang disebut muti salak. Ornament ini dimasukkan ke kulit atau digantung di penis. Ada pula aktivitas melubangi selaput di bawah kepala penis dan dimasukkan dengan bulu ekor kuda.

Modifikasi penis ada tiga macam. Pertama, aksesoris tambahan, kedua penanaman bahan tertentu dan memasukkan cairan tertentu ke penis. Ketiga hal inilah yang disebut dengan sexual gadgets. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memuaskan pasangan. Tapi ini musti kudu ekstra hati-hati, karena sexual gadgets sering kali tidak perlu dan malah mengundang risiko seperti mengakibatkan Infeksi dan kerusakan jaringan penis.

Lalu apa aja sih yang paling sering digunakan dan apa bahayanya? Taraaa…Cekidot!

Pertama, bulu kambing jantan dan bulu ekor domba karena dianggap bisa having sex dengan prima sampai usia tua. Bulu dimasukkan ke selaput dibawah penis. Di lubangi dulu, baru deh bulunya dimasukan. Serem euy!

Kedua: buntut kuda! (buju buneeeng) Ini populer banget. Pemakaiannya sama dengan bulu kambing jantan tadi. Tapi mesti dicatat, pemakaian bulu-buluan ini rentan infeksi dan justru malah bikin sakit si pasangan. Ish! Heiyaa… Unrecomended.

Ketiga: suntik lemak dan suntik orang-aring. Orang-aring? Jangan ketawa dulu! Buat apa disuntik macem-macem gitu? Ya ‘KATANYA’ buat memperbesar diameter penis, biar jadi gede dan memuaskan pasangan. Emang sih ya katanya bakal nambah besar tapi suntik ini itu malah bikin bentuk serta jaringan rusak. Gede tapi lembek kayak pisang goreng dingin. Ish! heiyaa unrecomended.

Keempat, ketan lemang, minyak oles, pasta gigi! Semuanya dipakaikan ke penis buat bikin percaya diri. Minyak oles yang mengandung bahan obat dan hormon kadang menyebabkan salah dosis dan bahan kimia berbahaya yang sudah sangat sering menimbulkan kasus dan heboh beritanya.

Kalau manfaat ketan lemang buat memperbesar penis jelas tidak ada dan mustahil! Jangan mau dibohongin yaa ama si emak dan cucunya itu (bentar, lalu PASTA GIGI?). Pasta gigi biasanya dicari sensasi dingin dan bersihnya. Ingat, hubungan seks yang baik malah optimalnya di suhu hangat. #seksologi

Kelima, ini agak-agak sinting dan super galaw ya. Menjerat pangkal penis menggunakan karet hitam ketat. Ring karet dipasang dipangkal penis sehingga menjadi terjerat dan mati rasa dan penis dipercaya jadi besar. This is stupid!. Jerat karet bisa menjerat saraf dan pembuluh darah, hingga merusak jaringan (nekrosis). Kalau nekrosis, tamat sudah si dedek lucu yang bikin kamu gemes tiap pagi itu.

So, berhati-hatilah gunakan sexual gadgets. Kalau menggunakan, cari yang aman dan tidak mngundang infeksi. Juga tidak merusak fungsi kelamin. Sex toys boleh saja, sesuai keperluan, tapi jangan yg berbahaya. Tetaplah percaya diri dengan apa yang kamu punya. Lakukan aktivitas seksual dengan bertanggung jawab. It is not about the gun, but the man behind the gun. Semoga informasi ini berguna ya.

Sumber: info bincang-bincang #seksologi bersama dr. okanegara (@okanegara). Writer, doctor, lecturer on andrology & sexology. Secretary of Asosiasi Seksologi Indonesia. Wanna do consultation? Just drop your question to: okanegara@yahoo.com.

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Tips Menghadapi Gempa Bumi
Lima Tipe Penonton Konser
Kenapa harus Follow?
Lima Sebab Terjadinya LDR alias Hubungan Jarak Jauh
  • noeyasha

    wow baru tau :O

starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak