//
you're reading...

event

Launching Bali Youth Marketingpreneur

Siapa yang nggak mau jadi entrepreneur alias pengusaha? Tampaknya sekarang ini pola pikir anak muda sudah mulai berubah. Anak muda memang punya kecenderungan untuk lebih memilih untuk membuka usaha sendiri. Meskipun masih banyak juga yang memilih bekerja dengan orang lain atau menjadi pegawai negeri sipil.

Nah, bagi kamu yang ngaku-ngaku entrepreneur atau lagi usaha jadi seorang entrepreneur ada kabar gembira nih. Sabtu, 14 April 2012 tadi sudah dibuka Bali Youth Marketingpreneur yang diselenggarakan oleh Indonesia Yes dan Bank Indonesia.

Apa itu Bali Youth Marketingpreneur? Bali Youth Marketingpreneur merupakan program yang mengajak kaum muda untuk dapat memasarkan produknya secara kreatif sehingga dapat menembus pasar dunia. Acara ini mengusung tema “Dari Bali Menembus Dunia”. Program ini menyasar generasi muda dari seluruh kabupaten di Bali dengan rentang usia 17-25 tahun.

Acara launching Bali Youth Marketingpreneur ini dibuka dengan tari pendet yang dibawakan oleh teman-teman tuna rungu. Jumlah peserta dalam acara ini mencapai 720 orang, didominasi peserta dari Denpasar. Sainya berasal dari kabupaten lain, bahkan mencapai luar Pulau Bali. Acara ini di buka oleh perwakilan Gubernur Bali.

Launching ini disusun dengan dua garis besar kegiatan, yaitu pameran industri kreatif dan seminar di kantor Bank Indonesia, Denpasar. Acara dibuka dengan keynote tentang Transformasi Indonesia Menuju Ekonomi Maju Berbasis Ekonomi Inovasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Seminar diawali oleh dr. Handito Joewono yaitu Ketua Tim Koordinasi Nasional Pengembangan Wirausaha Kreatif Kementerian Perekonomian RI dan Chief Strategy Consultant ARRBEY, yang membawakan cara efektif menembus Pasar Global dari Bali Menembus Dunia. Dr. Handito menekankan 5 langkah dalam berusaha yaitu day dreaming, creative thinking, push the pedal, speeding up dan looking up.

Acara dilanjutkan dengan motivasi dari Kadek Jango Pramartha, kartunis sekaligus pemilik Bog-Bog Magazines, mengenai Kartun Kreatif Konsis-10. Jango memaparkan mengenai jenis-jenis kartun, yakni kartun dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu kartun politik, kartun humor dan karikatur. Jango menekankan, dalam pembuatan suatu kartun ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu olah rupa (estetika), humor, dan wawasan (etika, intelegensi).

Acara seminar ditutup dengan makan siang bersama, yang dilanjutkan dengan lawak entrepreneur dari Dadong Rerot. Lawak ini menampilkan lawakan segar dengan misi memotivasi para entrepreneur muda. Sungguh sangat menghibur, dan menyegarkan peserta.

Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu penjelasan kompetisi Bali Youth Marketingpreneur, yang mengajak kaum muda untuk memikirkan cara pemasaran yang kreatif guna mencapai pasar global. Bagi peserta yang memiliki business plan yang  terkreatif akan mendapatkan bantuan dana hibah disesuaikan dengan jumlah dana yang disetujui. Untuk informasi lebih lanjut dapat diperoleh di www.indonesia-yes.com.

Kegiatan ini ditutup dengan gerak senam otak kanan bersama yang dipimpin oleh teman-teman Indonesia-Yes. Selain itu ada sesi bagi-bagi hadiah juga lho. Mengasyikkan banget pokoknya. Ada banyak ilmu dan inspirasi yang kita dapat.

Eits sebelum pulang, mending keliling-keliling dulu untuk ngelihat pameran industri kreatif. Beranekaragam deh produknya. Mulai dari pakaian, buku-buku innovator, perhiasan, kerajinan, sampai makanan tersedia disana. Jangan lupa ya, ikuti lombanya dan kembangkan kreatifitasmu dalam program Bali Youth Marketingpreneur bersama Indonesia Yes dan Bank Indonesia.

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Satukan Cinta untuk Dunia
ORIGAMI #3
Lomba-Lomba HUT Antropologi Udayana
The Best Saxophone Player in Bali 'Free Event'
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak