//
you're reading...

perspective

Merayakan Kelulusan

Kami tidak mengerti kenapa lulus SMA dirayakan dengan begitu berlebihan. Dirayakan berlebihan bahkan ada yang kebablasan. Corat-coret baju mah sudah biasa. Minum arak di bale banjar. Hingga melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Keterlaluan? Memang. Hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan karena masih ada masa depan yang lebih cerah untuk digapai.

Bagi kami, SMA adalah puncak gairah masa muda yang seharusnya berat untuk dilepaskan. Puncak pencarian jati diri. Pergumulan ego yang senantiasa meledak-ledak. Akhir batasan-batasan remaja dengan membuka gerbang kedewasaan. Kelulusan adalah pintu jenjang hidup berikutnya. Mungkin karena kita, manusia, memang punya naluri sebagai pencari. Menurut kami ini adalah bakat alamiah manusia.

Saat SMP, betapa irinya kita dengan kakak-kakak SMA. Rambut bebas digerai, bisa nongkrong, atau bisa pakai make up meski harus tipis. Sesekali ganjen dengan menggoda guru idaman. Itu bagi perempuan. Bagi laki-laki, betapa irinya kita saat SMP melihat kakak-kakak SMA pakai celana panjang, merayu gebetan dan bisa mendekatinya untuk dijadikan pacar. Hal-hal tabu yang malu-malu kita akui saat SMP. Kita bergembira karenanya ketika masa SMP berakhir. Tanda berakhirnya masa remaja.

Datanglah masa SMA. Sering kita sebut putih abu-abu, tetapi bisa jadi masa paling penuh warna. Adakah yang tidak mengalami masa-masa gembira saat SMA? Dikucilkan. Dibully sepanjang hari. Tidak mendapatkan teman. Kami yakin ada. Pahit memang. Tetapi saat kita kenang hari ini, bukankah kenangan sepahit apapun akan terasa manis? Mungkin yang sudah menonton Catatan Akhir Sekolah merasakan itu.

Saat SMA datanglah kebandelan-kebandelan khas anak muda. Remaja yang menanjak dewasa. Tidak ingin disebut sebagai remaja baru gede tetapi tidak cukup matang untuk menjadi dewasa. Masa yang penuh emosi meledak-ledak karena semua dikaitkan dengan harga diri. Bisa jadi karena inilah kenapa seragam SMA berwarna abu-abu. Semuanya serba tak terduga. Kita berada pada masa yang paling tidak jelas maunya apa. Semuanya serba menantang.

Tetapi tentu ada yang berbeda dengan diri kita. Kita tidak perlu malu-malu saat naksir temen sekelas. Pernah mengalami kan bagaimana merah padamnya muka kita saat SMP diledekkin ketika ketahuan demen dengan cewek paling cantik di sekolahan? Di SMA tidak usah malu karena tak tabu dilakukan dengan terbuka.

Kita pernah mengalami ini. Menunggu gadis idaman di perpustakaan. Berboncengan saat pulang sekolah. Menantikan rapat OSIS hanya untuk memandang wajah ganteng sang ketua. Memaksakan diri ikut kegiatan ekstra sekolah agar tetap dekat dengan gebetan. Teriak-teriak kegirangan begitu melihat cowok basket berkeringat di lapangan.
Atau misalnya mengalami yang kayak gini. Deg-degan mulai memegang tangan di dalam keremangan bioskop. Tertunduk malu dengan muka merah ketika mendapat kecupan pertama. Sekilas tapi begitu bermakna. Menyenangkan bukan masa-masa SMA.

Lalu kenapa masa-masa ini dirayakan dengan kegembiraan saat ditinggalkan? Karena kita tentu saja mencari. Iri dengan fase selanjutnya. Bisa jadi kita sudah bosan dengan berbagai aturan di sekolah. Terkekang dengan berbagai pekerjaan rumah.Harus berpakaian seragam. Harus pulang bersamaan. Harus tidak boleh menyentuh kuping. Merokok harus dilakukan diam-diam. Tidak ada kemerdekaan. Tidak ada kebebasan. Kita rindu itu. Dunia kuliah menawarkan hal yang berbeda.

Karena itulah kelulusan harus dirayakan. Ini adalah perayaan kebebasan. Ini adalah kemerdekaan individu. Merdeka dari guru yang begitu cerewet terhadap kita. Merdeka dari segala macam aturan berpakaian. Merdeka dari segala macam aturan jam pelajaran. Padahal, mereka tidak tahu, betapa kejamnya dunia kuliah.

Tetapi, kami mengucapkan selamat kepada adik-adik yang sudah lulus. Jadikan itu pemacu untuk mencari sekolah yang lebih baik. Jangan hanya cari gelar dan ijazah. Tuntutlah ilmu. Kejarlah pengetahuan. Lalu bagilah kepada mereka yang tidak sempat merasakannya. Bukankah itu yang membuat kita berguna, lalu bahagia?

Selamat, sudah meninggalkan bangku SMA…

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Kenapa Anak Muda Tidak Boleh Anti Politik
Antipluralisme dan Sinisme Rocket Rockers di Bali
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak