//
you're reading...

music

Payung Teduh, Sore yang Teduh di Batas Dunia

Payung teduh


Berawal dari bermain musik untuk teater, Payung Teduh yang terbentuk pada akhir 2007, Minggu, 1 April 2012 akhirnya melahirkan album kedua mereka yang bertajuk “Dunia Batas”. Payung Teduh kali ini bekerja sama dengan Ivy League Music dalam promosi dan produksi album ini. Peluncuran alibum dengan judul “An Intimate Afternoon with Payung Teduh” diadakan di Aksara Bookstore Kemang, Jakarta Selatan.

Peluncuran ini dibuka dengan beberapa penampil seperti Dini Budiayu, Maria “Stereomantic” dan Aneabis (Mondo Gascaro, Mian Tiara, Mian Meuthia, Dono Firman, dan Citra Pramadi). Aksara Store yang sore itu disesaki para pecinta Payung Teduh akhirnya dibuka dengan pemutaran video dan pemotongan tumpeng sebelum performing mereka. Is (Vocals, Gitar), Ivan (Ukulele,Backing Vocal), Comi (Bass), dan Cito (Drums) yang datang dengan kostum T-shirt dan bawahan celana batik itu memulai lagu pertamanya dengan beberapa gurauan dan ucapan terimakasih kepada seluruh orang yang terlibat dalam produksi album Dunia Batas ini.

Kejutan demi kejutan mulai diberikan dari awal lagu yang dibawakan oleh seorang wanita berkebaya. Pada lagu “Menuju Senja” lagu yang menjadi jawaban atas lagu Sore “Setengan Lima” ini dibawakan bersama Hari Winanto dengan flutenya. Sedangkan dalam lagu “Tidurlah”, Is mengundang Gaby gadis kecil yang dengan suksesnya menarik perhatian seluruh penonton dengan lengkingan suaranya yang amat “minor dan manis” tersebut. Acara ditutup dengan lagu “Biarkan”. Payung Teduh malam itu berhasil meneduhkan penonton di malam itu.

Album yang diproduseri oleh Mondo Gascaro dari Sore ini berisi delapan lagu dengan mere-make empat lagu dari album sebelumnya, seperti “Resah”, “Angin Pujaan Hujan”, “Berdua Saja”, dan “Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan”. Beberapa lagu ini direkam dengan aransemen yang berbeda dari yang sebelumnya.

Terdapat penambahan instrumentasi yang tidak terdapat pada album sebelumnya seperti trumpet, chamber string,dan backing vocals. Lirik dalam album “Dunia Batas” banyak bercerita tentang Malam, Pagi, Senja. Seakan-akan Payung Teduh mengajak kita untuk lebih memaknai setiap peralihan yang kita lalui setiap harinya. Dimana “batas” merupakan ruang tersendiri. Dalam kalimat Is sang vokalis “..dalam dunia batas ini kami coba menunggu dan berbagi akan pengalaman-pengalaman sederhana yang kami lewati, dalam gelap dan terangnya hari di depan.” Harapan mereka album ini menjadi penawar rindu kita akan suatu “masa” yang belum hilang.

Naskah oleh Hari Nirwanto

@hariniwn

i do what i believe | a sensitive man | http://about.me/hariniwn | hari.nirwanto@yahoo.com

More Posts - Website

baca artikel lainnya:

Nikmatilah Alunan Suara Musisi Radio!
Lorem Ipsum Penantian 13 tahun (Review)
Mini Konser @DialogDiniHari di BetelNut Ubud
Tentang Rumahku: Lanjutan Kisah Beribu Cinta dari Dialog Dini Hari
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak