//
you're reading...

talent

Pemuda Bali yang Ingin Menghubungkan Nusantara

Kali ini talent Gdubrak.com adalah seorang anak muda Bali yang sedang menimba ilmu di Negeri Sakura. Yap, Kadek Fendy Sutrisna. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini bercerita tentang potensi anak muda, mimpi tentang Indonesia dan ingin menghubungkan nusantara dengan kemampuan yang dia miliki. Yuk disimak wawancara Gdubrak.com via surat elektronik…

fendysCerita dong  gimana awal mulanya bisa berada di negeri sakura?
Alasan pertama bisa berada di Jepang tentu saja karena ingin melanjutkan jenjang kuliah S2.  Awalnya sempet diskusi juga dengan ortu antara lanjut S2 atau kerja aja dulu. Diterima di perusahaan minyak asing, tapi karena terlalu idealis (waktu jaman kuliah itu), gaji besar nggak begitu menggiurkan karena alasan merugikan kekayaan negara. Selanjutnya pilihannya jadi cuma dua, lanjut S2 atau mengabdi untuk negara (jadi dosen atau jadi pegawai BUMN).

Akhirnya ambil pilihan untuk lanjut ke jenjang S2 karena sadar diri, umur masih muda dan belum punya pengalaman apa-apa. Ortu setuju asal bisa dengan biaya beasiswa. Akhirnya melanjutkan S2 di ITB dengan biaya dari dosen pembimbing di Lab ITB. Dan emang sudah jalannya, entah kenapa dipanggil sama Ketua BPPT (Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi) Bpk. Marzan A. Iskandar untuk wawancara S2 ke Jepang Januari dan April langsung berangkat ke Jepang.

Suka duka apa yang paling berkesan yang pernah kamu lalui selama tinggal di Jepang?
Sukanya, bisa jalan-jalan keliling dunia, buka wawasan, nambah pengalaman, nambah teman, dan bertemu sama orang-orang terkenal. Ada banyak lagi sih. Yang pasti mimpinya jadi tambah besar dan luas.

Dukanya : nggak bisa sembahyang ke pura, jauh dari temen dan keluarga.

Apa sih hal yang paling bikin kamu kangen sama Indonesia?
Udah pasti makanan, ngobrol pake Bahasa Indonesia, apalagi Bahasa Bali, kangen keluarga, maen ke pantai, dan lain-lain. Kalo kangen Indonesia, baca buku, nonton tv acara Indonesia, maen dan nginep kerumah temen-temen Indonesia. Kalo udah memuncak yaa pulang ke Indonesia. Setahun bisa pulang satu dua kali kok.

Belajar dan bekerja di negeri orang, nggak pengen membangun negeri sendiri dulu nih?
Kalo sudah ada di posisi saya sekarang ini yaa, mau nggak mau buktikan dulu dengan berprestasi di internasional. Kan negara sudah membiayai saya kuliah gratis dari SMU sampai S2. Jarang-jarang ada orang yang dikasi kesempatan belajar dan bekerja seperti saya di luar negeri. Kalo Indonesia butuh untuk membangun SDM yang berkualitas yaa saya siap bantu berbagi ilmu dan pengalaman. Pengalaman yang saya dapatkan di Jepang kan di bidang PLTN, pembangkit listrik dan desain generator. Indonesia baru butuh SDM di bidang itu yaa kira-kira di tahun 2020-2030. Sampai pada masa itu, artinya harus berlari sekencang2nya dulu kan supaya bisa jadi panutan dan aktivis di bidang energi listrik.

(nomer 3 dari kiri) Foto bersama Pak Marzan Iskandar, CEO BPPT

(nomer 3 dari kiri) Foto bersama Pak Marzan Iskandar, CEO BPPT

Gimana pendapatmu tentang adanya anggapan bahwa pemuda Indonesia yang  jauh-jauh belajar ke negeri seberang begitu pulang ke negaranya malah tidak berbuat apa-apa?
Hanya sebagian kecil tapi beberapa mungkin iyaa, tapi sedikit sekali. Rata-rata lulusan luar negeri sukses semua yang saya kenal, temen saya yang nggak bisa lulus aja sukses kok sekarang di kerjaannya. Mungkin maksudnya orang-orang terlalu berharap lebih sama pemuda Indonesia yang sudah belajar ke luar negeri. Padahal semua pemuda baik yang nggak kuliah sekalipun punya kontribusinya masing-masing buat negara.
Nggak heran sih, Jero Wacik yang saya anggap senior paling hebat aja, hampir sebagian besar masyarakan Bali kurang puas dengan kinerjanya, kan? Orang yang lebih pinter dan hebat dari SBY dan Dahlan Iskan di Twitter juga banyak.

Menurutmu, apa saja peluang yang dimiliki Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju di dunia?

kunjungan ke PLTN Fukushima

kunjungan ke PLTN Fukushima

Yang harus dimiliki Indonesia supaya bisa bersaing dengan negara-negara maju di dunia sudah pasti butuh “kepercayaan diri sebagai bangsa yang besar”. Yang kedua adalah “kecintaan terhadap bangsa sendiri”. Percaya kalo bangsa lain nggak lebih baik daripada kita. Kalo udah yakin 2 hal itu, apa kata dunia lewat aja kan? Warga negara Indonesia itu banyak dan semuanya aktif di dunia maya, itu lumayan cukup jadi modal untuk merubah pandangan bangsa lain terhadap Indonesia. Kalo emang sekarang kita belum bisa bersaing di bidang teknologi, yaa kita promosikan kebudayaan, pariwisata, dan sumber makanan yg selalu berlimpah sepanjang tahun. Nanti perlahan tapi pasti kita kuasai teknologi supaya bisa jadi bangsa yang tidak tergantung dengan bangsa lain dan lebih bermartabat.

Katanya jomblo yah? Emang kriteria perempuan ideal seperti apa sih?

Kriteria perempuan ideal sudah pasti pinginnya cew Bali, kalo bisa sih yang seperti Ainun supaya bisa bersama-sama diajak merubah Indonesia, minimal menjadikan Bali lebih baik lah di masa depan.

Lebih milih sukses berkarir tapi jomblo abadi atau sepi job tapi punya keluarga bahagia?

Kalo bisa sih pingin pilihan yang kedua. Tapi sayangnya kan saya nggak punya warisan keluarga yang berlimpah untuk bisa dipakai sampai anak cucu, kan? Punya keluarga bahagia selamanya itu tujuan, cuma semuanya ada prosesnya nggak bisa secara instan dan semua orang tau itu.

Makin dalam nih, kali aja setelah baca talent gdubrak edisi ini langsung banyak cewek jadi kepincut. Berani kasi kejutan apa nih buat pacarmu kelak? Kalo Habibie kan kasi Pesawat tuh, kamu? Generator? Atau? :) 

Kalo Habibie punya cita-cita menghubungkan nusantara dengan pesawat ciptaan anak negeri, Kalo cita-cita saya mirip, yaitu menghubungkan pulau-pulau di Indonesia dengan generator-generator atau sistem kelistrikan sendiri yang cocok buat Indonesia dan buatan anak bangsa, mirip kan?
Sebenernya kondisi Geografis Indonesia itu unik, negara kepulauan nggak ditemui di negara manapun. Jadi kita yang harus membangun sistemnya sendiri, entah itu sistem kelistrikannya dan transportasi. Nggak bisa bergantung terus menerus sama Jepang, Jerman, atau Amerika

Harapan atau kesan pesanmu untuk generasi muda Bali?

Tetap percaya diri, cinta Bali, dan jaga kebudayaan leluhur buat generasi selanjutnya.  Bali lebih unik lagi dari Indonesia, jadi jangan sampai orang lain yang menentukan arah perkembangan dan pembangunan di Bali.

 

Nama lengkap : Kadek Fendy Sutrisna
Nama akrab : Fendy
Akun twitter : fendysutrisna
Akun FB : Fendy Sutrisna
Prestasi : 1. Juara Electrical Engineering Award 2007
2. Lulusan Cum Laude Teknik Elektro ITB
3. Seminar ilmiah ke 7 negara Eropa, Amerika, dan Asia
4. Anggota “Global Initiative on Asian Specialized Nuclear Personnel”, (Salah satu dari 14 mahasiswa asing dari seluruh dunia yang pernah berkunjung ke sebagian besar PLTN di Jepang, Higashidori – Tokaimura – Fukushima – Mihama – Tsurga – Monju – lebih dari 20 reaktor nuklir)
5. Mendesain generator 133.4 MVA 36 Pole 60 Hz untuk Peru
6. Salah satu boshansip di “theposkamling.com”

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Si Cantik Penyuka Pantai Mertasari
Akhirnya Lepas Juga Dari SMP
UN : sama galaunya dengan cari jodoh
Harapan Kami untuk Presiden Nanti
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak