//
you're reading...

review

The Raid, Film Penuh Darah Dan Kelahi

Yes, penyerbuan maut!

Kami tiba-tiba merasa begitu cupu setelah menonton The Raid.

Begitulah. Lalu lintas perbincangan di linimasa juga menggerakkan kami untuk menonton The Raid. Heboh. Sadis. Brutal. Mendebarkan. Setidaknya itulah pendapat masyarakat Republik Twitter ketika mengungkapkan pendapatnya. Sebagai warga negara yang baik, kami gampang terpengaruh. Jadilah akhirnya menonton film ini dua hari setelah tayang pertama kali di bioskop tanah air (dan kami lupa mempostingnya sampai seminggu kemudian ?)

Perlu kami ulas sedikit mengenai jalannya cerita film ini. The Raid bercerita tentang penyerbuan sekelompok polisi, ya polisi, ke sebuah apartemen misterius yang dihuni gembong narkoba, Tama (Ray Sahetapy). Ray dengan brilian memerankan Tama sebagai tokoh yang cool tapi sangat sadis. Kalian bisa lihat di adegan pembuka film ini kesadisannya.

Lalu apa yang terjadi dalam penyerbuan ini? Seperti film umumnya, ya namanya juga film, ada perkelahian antara yang baik dan yang jahat. Dua kekuatan ini berkelahi satu sama lain sehingga hanya menyisakan beberapa jagoan (keren cuy, mereka nggak capek-capek berantem). Ceritanya si polisi melakukan penyerbuan liar untuk memenuhi ambisi salah satu pimpinannya. Mereka terjebak di dalam, satu per satu mati.

Di dalam apartemen, beberapa jagoan harus mempertahankan diri agar tidak dibantai oleh sejumlah pengurus apartemen yang sepertinya kurang tidur (juga kurang makan). Di setiap lantai ada musuh yang siap menghajar. Eia, kalau nggak salah si Tama ini tinggal di lantai 15 yang lengkap dengan pantauan CCTV. Keren kan?

Pokoknya, setiap babak dalam film ini diisi oleh perkelahian. Inilah sejatinya yang ingin dijual oleh film ini. Perkelahian, darah dan kesadisan. Jangan harap kalian akan mendengarkan banyak dialog. Cukup buka mata dan liat actor-aktor di film berkelahi.

Salah satu pemeran yang akanmembetot perhatian penonton adalah penampilan Iko Uwais (siapa ya namanya di film ini, Gdubrak.com lupa :p). Selain itu ada juga Dony Alamsyah, anak buah Tama yang juga saudara kandung Iko. Mereka ketemu di dalam penyerbuan dan sempat-sempatnya membicarakan calon keponakan (hidup emang serba kebetulan ya | Iya, namanya juga film).

Tangan kanan Tama yang lain adalah Mad Dog. Ketiga jago berkelahi. Dan nggak berhenti-henti. Kami berharap, Iko sempat sarapan bubur ayam depan rumah sebelum berangkat. Apalagi istrinya nggak sempat bangun untuk buatin sarapan. Seperti film, semua penjahat akhirnya mati. Bagaimana matinya, lebih tonton sendiri ya? Siapa saja pemerannya, tonton juga sendiri.

Yang pasti, film ini akan membuat cowok-cowok yang nggak bisa berkelahi terlihat cupu. Apalagi yang perutnya membuncit. Duh, mending segera angkat barbel deh dari sekarang. Apalagi kalo pacar kalian, terutama cewek-cewek udah jejeritan setiap ngelihat Iko Uwais berkelahi. “Pukul pukul!” “Aduuh, Iko Uwais keren banget, badannya itu nggak nahan!” Begitulah yang terdengar dari segerombolan abege saat Gdubrak.com nonton. Gdubrak.com langsung elus-elus perut yang segi dua.

Inget, film ini bukan untuk anak-anak. Kalau kalian belum siap dengan adegan kekerasan, lebih baik urungkan menonton film ini. Sudah siap berkelahi dan melindungi pacar kalian begitu dipalak preman?

gdubrak

awas licin, banyak ide mengalir

More Posts

baca artikel lainnya:

Selamat Datang Gdubrak.com
Peluncuran Buku @hurufkecil
Grand Final Jegeg Bagus Gianyar 2012
#Earnight2012 Yes, we are Golden! :D
starlight 190x190
ad space

follow @twitgdubrak